Resolusi 2019: Bebas Sampah Plastik

February 21, 2019

Tahun lalu Peraturan Daerah(Perda) pelarangan menggunakan kantong plastik telah disahkan dan diberlakukan di beberapa kota seperti Banjarmasin, Balikpapan, Bogor, dan Denpasar. Kebijakan ini diikuti dengan gerakan stop gunakan sedotan plastik yang juga sudah diberlakukan di 4 perusahaan multinasional terbesar.

Amat disayangkan apabila gerakan semacam ini tidak kita dukung dan ikuti karena selain mengurangi polusi, gerakan semacam ini juga dapat membantu perekonomian negara dan rumah tangga—yang  mungkin bisa kita jadikan resolusi tahun ini.

 

Berhenti konsumsi sedotan plastik

 

Data yang dikumpulkan oleh Divers Clean Action memperkirakan pemakaian sedotan di Indonesia setiap harinya mencapai 93.244.847 batang. Jika jumlah tersebut direntangkan akan mencapai jarak 16.784 km dan dalam seminggu pemakaian sedotan itu setara dengan jarak tiga kali keliling bumi.

Mungkin sebagian orang akan berpikir bahwa ia hanya menggunakan satu sedotan, tidak akan berpengaruh banyak. Tapi sebetulnya satu cafe bisa menghabiskan hingga 1000 sedotan perminggunya. Maka dari itu mulailah dengan setiap selesai memesan minuman cukup berkata “saya tidak memakai sedotan”, semudah jika kita memesan makan dan ingin makanan itu dibuat pedas atau tidak. Lagipula, kita masih bisa minum tanpa sedotan, bukan?

 

Gunakan reusable bag

 

Menggunakan reusable bag atau tas yang dapat digunakan berulang kali merupakan hal paling sederhana untuk mengurangi pencemaran air dan mencegah kematian biota laut. Tindakan ini juga membantu mengurangi konsumsi, mencegah deforestasi, dan mengurangi ketergantungan kita pada bahan bakar fosil.

 Kantong plastik terbuat dari polietilen berbahan dasar minyak bumi dan membutuhkan 12 juta barel minyak untuk diproduksi setiap tahun—sumber daya tak terbarukan yang meningkatkan ketergantungan kita pada minyak asing. Lebih dari $500.000.000 atau sekitar 7 miliar rupiah dikeluarkan hanya untuk plastik sekali pakai.

 

Menyiasati botol plastik

 

Polusi minuman kemasan botol plastik sebetulnya sungguh mudah ditanggulangi. Cukup dengan membawa botol minum sendiri kita sudah lepas andil terhadap polusi tersebut. Saat ini sudah banyak diproduksi botol minum dengan berbagai ukuran. Manfaatnya, selain hemat, kita juga melindungi ekosistem, menghemat sumber daya, dan mengurangi limbah plastik.

Gerakan kesadaran lingkungan semacam ini sungguh amat berarti bagi Indonesia sebab kekayaan alam yang dimilikinya akan jauh lebih indah jika terhindar dari polusi dan dengan begitu akan menarik wisatawan lokal maupun mancanegara sehingga mampu meningkatkan perekonomian bangsa.

 

Kesadaran lingkungan ini sudah menjadi perhatian bagi PT Conbloc Internusa sejak 1974 silam, mudahnya pemasangan serta bahan yang kuat dan tahan lama—yang tentu tidak banyak menghabiskan sumber daya dan biaya—menjadikan paving block produksi PT Conbloc Internusa sebagai material yang cocok bagi anda yang peduli lingkungan. 

 

 

 

Please reload

Featured Posts

Batu Alam "Lentur" Ramah Lingkungan

July 12, 2016

1/3
Please reload

Recent Posts

April 30, 2018